Breaking News

Kependudukan

Metode Kontrasepsi Keluarga Berencana di DKI Jakarta Tahun 2020

Pada tahun 2020, alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh peserta KB aktif adalah suntikan yaitu 558,445 orang

Secara umum, kontrasepsi adalah cara yang digunakan untuk mencegah kehamilan seseorang yang sering digunakan dalam kehidupan rumah tangga. Terdapat beberapa macam metode kontrasepsi yang dapat dilakukan oleh pasangan suami istri pada usia produktif untuk menunda kehamilan seperti suntikan, pil, IUD, implant, kondom, metode operasi Wanita (MOW) dan metode operasi pria (MOP). Namun, setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sehingga, setiap pasangan usia subur (PUS) perlu mempertimbangkan berbagai aspek dalam memilih kontrasepsi yang paling efektif dan cocok untuk menunda kehamilannya.

Sumber: Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta

Pemakaian alat kontrasepsi yang diperuntukkan untuk menunda atau mencegah kehamilan merupakan wujud dari pelaksanaan program keluarga berencana (KB). Alat kontrasepsi yang digunakan oleh peserta KB aktif di DKI Jakarta adalah implant, IUD, kondom, metode operasi pria (MOP), metode operasi wanita (MOW), pil, dan suntikan. Pada tahun 2020, alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh peserta KB aktif adalah suntikan yaitu 558,445 orang. Jumlah ini meningkat sebesar 5,32% atau sebanyak 28.188 orang dari tahun sebelumnya. Sedangkan, jumlah penggunaan MOP paling rendah jika dibandingkan dengan metode lainnya yaitu 17.786 orang.

Sumber: Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta

Pada tahun 2020, jumlah peserta KB baru menurut metode kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh penduduk DKI Jakarta adalah suntikan sebanyak 70.477 orang. Pada tahun 2020, metode suntikan yang digunakan oleh peserta KB baru mengalami penurunan sebesar 25,93% atau sebanyak 24.667 orang jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di urutan kedua, yang paling banyak digunakan sebagai alat kontrasepsi adalah metode IUD sebanyak 23.200 orang. Sedangkan, metode yang paling sedikit digunakan oleh para peserta KB baru pada tahun 2020 adalah vasektomi male yaitu 56 orang. Secara keseluruhan, terjadi penurunan jumlah pelaporan dari peserta KB pada semua metode kontrasepsi. Jumlah pelaporan peserta KB dari tahun 2019 ke tahun 2020 menurun sebesar 24,78% atau sebanyak 42.469 orang.

Saat ini masih ada sekelompok orang yang salah mengartikan penggunaan metode kontrasepsi dengan konotasi negatif seperti menolak rezeki. Sebagai program yang diusung oleh Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), penggunaan kontrasepsi dan program keluarga berencana mempunyai manfaat seperti menjaga kesehatan ibu dan bayi, mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, mencegah penyakit seksual dan lain-lain. Manfaat seperti ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga di Indonesia itu sendiri.

 

Sumber: Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta
Penulis: Midun Imbas dan Bernadus Satrio Bimantoro Aji Pamungkas
Editor: Hepy Dinawati dan Farah Khoirunnisa