Breaking News

Ketenagakerjaan

Pekerja di DKI Jakarta pada Agustus 2021

Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) menyatakan adanya penambahan pekerja pada sektor formal sebanyak 46.282 orang

Pada Agustus 2021, jumlah tenaga kerja di DKI Jakarta mengalami perbaikan jika dibandingkan dengan Agustus 2020. Hal ini ditandai dengan meningkatnya tenaga kerja terdidik dari sektor formal. Selain itu, jumlah pengangguran turun hingga mencapai angka 8,50% pada Agustus 2021. Penurunan pengangguran ini menjadi yang paling tinggi di Indonesia.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Secara umum, pekerja pada sektor formal berjumlah lebih banyak yaitu sebesar 61,74% dibandingkan dengan pekerja sektor informal sebesar 38,26% dari seluruh pekerja di DKI Jakarta. Artinya, angka ini mengatakan bahwa tiga dari lima pekerja di DKI Jakarta adalah pekerja formal.

Berdasarkan data dari survei angkatan kerja nasional (SAKERNAS) menyatakan bahwa adanya penambahan pekerja pada sektor formal sebanyak 46.282 orang pada Agustus 2021. Penambahan tenaga kerja ini berasal dari pengangguran pada Agustus 2020 dan tenaga baru yang sudah mulai bekerja. Peningkatan penyerapan tenaga kerja pada sektor formal ini menjelaskan bahwa adanya peningkatan kualitas pekerja di Jakarta karena untuk menjadi pekerja formal diperlukan skill tertentu. Hal tersebut sejalan dengan peningkatan jumlah pekerja terdidik mencapai 114 ribu orang.

Untuk tenaga informal sendiri, penambahan juga terjadi meskipun tidak sebesar pekerja formal. Jumlah tambahan pekerja informal adalah sebanyak 31.882 orang. Jumlah ini berasal dari pengangguran pada Agustus 2020 dan tenaga kerja baru.


Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Penambahan tenaga kerja yang terjadi pada Agustus 2020 hingga Agustus 2021 membuat tingkat kesempatan kerja (TKK) di DKI Jakarta juga meningkat sebesar 2,45 poin menjadi 91,50% dari yang sebelumnya 89,05%. Ini berarti bahwa sembilan dari sepuluh angkatan kerja merupakan pekerja aktif.

Peningkatan tenaga kerja dan penurunan jumlah pengangguran menyebabkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami penurunan jika dibandingkan dengan Agustus 2020. Penurunan TPT mencapai 2,45% dan menjadikan TPT pada bulan Agustus turun menjadi 8,50%. Angka penurunan TPT ini membuat DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penurunan TPT paling tinggi di Indonesia.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Jika melihat berdasarkan sektor pekerjaan, terdapat 11 dari 17 sektor pekerjaan yang mengalami peningkatan jumlah dari Agustus 2020 hingga Agustus 2021. Sektor yang mengalami peningkatan paling tinggi adalah sektor jasa perusahaan dengan tambahan sebesar 19,93% atau sebanyak 39.069 pekerja. Lalu peningkatan terbesar kedua terjadi pada sektor industri pengolahan dengan tambahan sebanyak 30.208 pekerja.

Sementara itu penurunan jumlah pekerja juga terjadi di beberapa sektor. Sektor real estat menjadi sektor dengan penurunan pekerja paling tinggi dengan jumlah mencapai  36.182 pekerja. Lalu, diikuti oleh sektor jasa lainnya yang mengalami penurunan jumlah pekerja sebanyak 24.323 pekerja.

Untuk jumlah tenaga kerja terbanyak berada pada sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dengan persentase sebesar 25,47% atau sebanyak  1.206.437. Lalu, pekerja pada sektor pengadaan listrik dan gas menjadi sektor dengan pekerja paling sedikit yaitu 12.801 pekerja.

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, dampak pada penurunan jumlah tenaga kerja masih terlihat jika dibandingkan dengan sebelum pandemi. Namun, ditinjau  sejak Agustus 2020 hingga Agustus 2021, terlihat adanya pemulihan penyerapan tenaga kerja mulai dari bertambahnya angka  tingkat kesempatan kerja (TKK) hingga menurunnya angka tingkat pengangguran terbuka (TPK).

 

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta
Penulis: Deddy Lukman Shaid
Editor: Hepy Dinawati dan Farah Khoirunnisa