Breaking News

Kependudukan

Pelaporan Kelahiran Bayi di DKI Jakarta Tahun 2020

Tercatat sebanyak 137.161 pelaporan kelahiran bayi di DKI Jakarta Tahun 2020

Secara kodrat alaminya, manusia sebagai makhluk hidup akan berkembang biak untuk melestarikan jenisnya agar tidak punah. Melanjutkan estafet untuk menjadi manusia yang berkualitas merupakan harapan kepada generasi berikutnya. Secara biologis, jenis kelamin manusia terbagi menjadi dua yaitu laki-laki dan perempuan. Tahun 2020, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta mencatat persentase pelaporan kelahiran bayi laki-laki adalah 52% sedangkan bayi perempuan adalah 48% dari total 137.161 pelaporan kelahiran bayi.

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta

Dilihat dari setiap kota/kabupaten di Provinsi DKI Jakarta, tercatat sebanyak 41.684 pelaporan bayi di Jakarta Timur sepanjang tahun 2020 yang menjadikan wilayah ini memiliki tingkat natalitas tertinggi dibandingkan dengan wilayah lainnya. Kepulauan Seribu dengan kepadatan penduduknya yang kecil juga menjadi urutan terkecil dengan 535 pencatatan pelaporan kelahiran. Jika diurutkan dari total pelaporan kelahiran terbanyak sampai yang paling sedikit, maka kelahiran tiap kota/kabupaten adalah Jakarta Timur 41.684 jiwa, Jakarta Barat 30.533 jiwa, Jakarta Selatan 27.631 jiwa, Jakarta Utara 23.927 jiwa, Jakarta Pusat 12.851 jiwa, dan Kepulauan Seribu 535 jiwa.

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta

Mengingat 2020 menjadi tahun yang berat karena merupakan awal pandemi Covid-19, besarnya angka mortalitas atau kematian menjadi momok sepanjang tahun. Namun, beberapa data menunjukkan angka kelahiran di Indonesia pada tahun 2020 mengalami peningkatan. Menariknya hal tersebut didukung oleh opini publik yang memprediksi penyebab meningkatnya angka kelahiran tersebut karena protokol-protokol pembatasan sosial yang diterapkan pemerintah.

Pelaporan natalitas yang tercatat sepanjang tahun 2020 di DKI Jakarta sebanyak 137.161 jiwa dan pelaporan mortalitasnya sebanyak 74.310 jiwa (yang terdiri dari 62.240 kematian yang terjadi pada tahun 2020 dan 12.070 kematian yang telah terjadi di luar tahun 2020 dan dilaporkan pada tahun 2020). Jika ditelaah, pada Juni 2020 menjadi puncak tertinggi pelaporan kelahiran yang dicatat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta yaitu sebanyak 17.853 jiwa, sedangkan April 2020 yang paling rendah dengan mencatat pelaporan angka kelahiran 4.553 jiwa.

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta

Dari grafik tersebut dapat diketahui bahwa opini masyarakat tentang prediksi meningkatnya angka kelahiran tersebut bisa dibilang tidak terjadi di Provinsi DKI Jakarta. Jika opini tersebut singkron dengan kondisi kelahiran di DKI Jakarta, maka prediksinya selama sembilan bulan setelah bulan Maret yang merupakan awal virus Covid-19 mulai merebak di Indonesia yaitu bulan Desember 2020 menjadi titik tertinggi pelaporan angka kelahiran. Sedangkan, data pelaporan kelahiran yang tercatat pada Desember 2020 adalah 15.141 jiwa yang merupakan urutan ketiga terbanyak sepanjang tahun 2020.

 

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta
Penulis: Rizkie Riantriono
Editor: Dwi Puspita Sari dan Hepy Dinawati