Ketenagakerjaan

Pemulihan Tenaga Kerja di DKI Jakarta

Secara umum, sektor perdagangan menjadi sektor dengan jumlah pekerja paling banyak dengan proporsi sebesar 24,46% pada Februari 2021 dan 24,88% pada Februari 2022

Salah satu dampak negatif selama masa pandemi adalah terjadinya pengurangan tenaga kerja. Banyak perusahaan harus beradaptasi dengan keadaan pandemi dengan cara mengurangi jumlah pegawai. Fenomena ini memberikan pengaruh terhadap tingkat kesempatan kerja (TKK) di Jakarta. Namun, seiring dengan berkurangnya kasus covid-19, angka TKK mulai mengalami pemulihan.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Secara year-on-year, terjadi peningkatan TKK sebesar 0,51%. Kenaikan ini tergolong masih rendah dikarenakan masih dalam masa pemulihan ekonomi dan gelombang varian Covid-19 omicron yang masih berlangsung. Kenaikan nilai TKK perempuan lebih tinggi dibanding kenaikan TKK laki-laki. Kenaikan TKK perempuan berada pada angka 1,34% sedangkan nilai TKK laki-laki naik sebesar 0,09%.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Sektor perdagangan menjadi sektor dengan jumlah pekerja paling banyak dengan proporsi 24,88% pada Februari 2022. Salah satu faktor yang menyebabkan angka pada sektor perdagangan tetap tinggi selama masa pandemi adalah karena keleluasaan sektor ini untuk dapat tetap berkembang menggunakan platform online. Sementara, sektor dengan proporsi paling rendah adalah sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang dengan persentase sebesar 0,16% pada Februari 2021 dan 0,23% pada Februari 2022.

Jika dilihat secara jumlah, terdapat sembilan sektor pekerjaan yang mengalami kenaikan. Sektor tersebut adalah: pengadaan listrik dan gas; pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang; konstruksi; penyediaan akomodasi dan makan minum; informasi dan komunikasi; jasa keuangan dan asuransi; real estat; jasa perusahaan; administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial. Sektor dengan kenaikan tertinggi adalah sektor administrasi pemerintahan dengan kenaikan sebesar 38,56% atau bertambah sebanyak 66.667 pekerja.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Pada Februari 2022, proporsi pekerja terbanyak di Jakarta merupakan tamatan SMA. Jika dibandingkan dengan bulan Februari tahun 2021, terdapat penambahan sebanyak 156 ribu orang pada tamatan Universitas. Secara umum, proporsi jumlah pekerja lulusan SMA/SMK hingga Universitas mencapai angka 75,92%. Tingginya jumlah pekerja tamatan SMA keatas ini sejalan dengan dominasi sektor formal dibandingkan dengan sektor informal. Proporsi pada pekerja sektor formal mencapai angka 63,20%, sedangkan hanya 36,80% pada sektor informal. Perlu diketahui bahwa sebagian besar pekerja formal merupakan tamatan SMA hingga Universitas.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Salah satu indikator  pemulihan ekonomi juga dapat terlihat dari turunnya nilai tingkat pengangguran terbuka (TPT). TPT di Jakarta turun sebesar 0,51% atau berkurang sebanyak 46 ribu orang secara year-on-year. TPT perempuan turun lebih banyak dibandingkan TPT laki-laki yaitu 1,34% : 0,09%. Jika dilihat menurut tamatan sekolah, jumlah TPT dengan pengurangan terbanyak berada pada jenjang SMP yaitu sebanyak 36 ribu orang.

Meskipun masih dalam masa pandemi covid-19, pemulihan kondisi perekonomian mulai terlihat dari sektor ketenagakerjaan. Penurunan jumlah pengangguran yang terjadi secara year-on-year menjadi salah satu indikatornya. Selain itu, jumlah pekerja yang tidak bisa bekerja dan yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 sudah berkurang sejak Februari tahun 2021.

 

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta
Penulis: Deddy Lukman Shaid
Editor: Hepy Dinawati dan Farah Khoirunnisa