Breaking News

Ekonomi

Penduduk Miskin di DKI Jakarta Tahun 2020

Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara merupakan dua wilayah dengan persentase penduduk miskin terbanyak, masing-masing sebesar 14,87% dan 6,78%

Kemiskinan merupakan salah satu kesenjangan sosial yang sering terjadi di lingkungan masyarakat. Secara umum, kemiskinan merupakan keadaan seseorang yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Keadaan ini juga membuat seseorang tidak memiliki akses atas kesehatan, pendidikan, listrik, air, dan akses-akses lain yang seharusnya dimiliki untuk menopang keberlangsungan kehidupan sehari-hari. Kemiskinan dapat menyebabkan ketidakmerataan akses terhadap sumber daya ekonomi yang berdampak pada tidak terpenuhinnya hak-hak dasar yang dibutuhkan oleh manusia dalam bertahan hidup.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, terjadi fluktuasi jumlah penduduk miskin dari Maret 2016 sampai dengan September 2020. Dalam kurun waktu tersebut, kenaikan yang paling signifikan terjadi pada September 2019 ke Maret 2020 sebesar 32,72% atau sebanyak 118.560 penduduk miskin. Penambahan penduduk miskin pada September 2019 sampai dengan Maret 2020 dapat disebabkan karena penurunan daya beli masyarakat yang dipengaruhi oleh kenaikan harga barang dan jasa. Kehilangan sumber pendapatan dikarenakan dampak dari pandemi Covid-19 juga menjadi faktor lain yang menyebabkan meningkatnya penduduk miskin pada tahun 2020. Sehingga, kelompok hampir miskin pada periode sebelumnya jatuh dalam kategori miskin pada periode Maret 2020. Pada September 2020, keadaan ekonomi penduduk di DKI Jakarta belum membaik. Hal ini dapat dilihat dari jumlah penduduk miskin yang naik sebesar 3,32% atau sebanyak 15.980 penduduk miskin. Namun, kenaikan ini masih relatif kecil jika dibandingkan dengan kenaikan sebelumnya.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Berdasarkan data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional yang diselenggarakan oleh BPS Provinsi DKI Jakarta pada periode Maret 2020, Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara merupakan dua wilayah dengan persentase penduduk miskin terbanyak, masing-masing sebesar 14,87% dan 6,78%. Persentase penduduk miskin di Kepulauan Seribu naik 2,78% dan Jakarta Utara naik 1,74% dibandingkan  dengan tahun sebelumnya. Jakarta Utara memiliki jumlah penduduk miskin terbanyak yaitu 123.590 jiwa dan mengalami kenaikan jumlah penduduk miskin terbanyak dari tahun sebelumnya sebesar 35,68%.

Garis kemiskinan adalah sejumlah uang bukan makanan yang dibutuhkan oleh manusia dalam memenuhi kebutuhan pokok minimum per hari yang setara dengan 2.100 kilokalori per kapita. Sehingga, dapat didefinisikan bahwa penduduk miskin merupakan penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan yang telah ditetapkan.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Dari tahun 2016 sampai dengan 2020, angka garis kemiskinan, garis kemiskinan makanan, dan garis kemiskinan non makanan mengalami peningkatan. Peningkatan paling signifikan terjadi dari Maret 2017 ke September 2017 masing-masing sebesar 41.701 rupiah/kapita/bulan untuk garis kemiskinan, 35.809 rupiah/kapita/bulan untuk garis kemiskinan makanan, dan 5.891 rupiah/kapita/bulan untuk garis kemiskinan non makanan. Pada September 2020, garis kemiskinan ditetapkan sebesar Rp683.339, nilai ini menunjukkan jika pengeluaran penduduk DKI Jakarta kurang dari Rp683.339 per bulan atau sekitar Rp22.000 per hari, maka penduduk masuk dalam kategori miskin.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Indeks Kedalaman adalah nilai rerata kesenjangan pengeluaran dari setiap penduduk miskin terhadap garis kemiskinan, ketika semakin tingginya nilai indeks ini maka semakin jauh rerata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan.  Jakarta Selatan memiliki garis kemiskinan tertinggi dengan Rp782.731 kapita per bulan. Nilai ini menunjukkan bahwa biaya hidup di Jakarta Selatan tertinggi dibandingkan dengan wilayah administrasi lainnya. Nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks keparahan kemiskinan (P2) di Kepulauan Seribu merupakan yang tertinggi, hal ini menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin di Kepulauan Seribu tertinggi dibandingkan dengan wilayah administrasi lainnya.

Kemiskinan sudah sejak lama dirasakan oleh sebagian penduduk DKI Jakarta. Ibarat penyakit, kemiskinan merupakan sebuah wabah dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat. Akan tetapi, kemiskinan bukanlah sebuah pilihan hidup seseorang. Banyak faktor yang membuat seseorang menjadi penduduk miskin. Salah satu cara untuk menghindari kemiskinan adalah dengan jalan pendidikan. Seseorang akan mendapat bekal ilmu pengetahuan dalam dunia pendidikan dan menjadikan ilmu pengetahuan tersebut sebagai senjata untuk melawan kemiskinan dan mendapatkan hidup yang lebih baik.

 

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta
Penulis: Deddy Lukman Shaid dan Muhammad Fahim Ilmi
Editor: Hepy Dinawati dan Dwi Puspita Sari