Breaking News

Kependudukan

Penerbitan Akta Kelahiran Penduduk DKI Jakarta

Tercatat sebanyak 269.628 akta kelahiran penduduk di DKI Jakarta yang diterbitkan pada tahun 2020

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta mendefinisikan akta kelahiran sebagai bukti sah tentang status ataupun peristiwa sebuah kelahiran insan manusia yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di setiap wilayah. Dalam hal ini, setiap kelahiran bayi yang dilaporkan akan terdaftar dalam Kartu Keluarga (KK) dan mendapatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). KK dan NIK digunakan sebagai landasan dalam mendapatkan pelayanan masyarakat yang ada. Sejak ditetapkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 sebagai Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, pencatatan kelahiran bayi yang sebelumnya berdasarkan atas asas peristiwa berubah menjadi domisili.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta tidak memungut biaya dalam penerbitan akta kelahiran bayi. Dikutip dari halaman resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta, persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat yang ingin membuat akta kelahiran bayi meliputi Surat Keterangan Kelahiran dari Puskesmas/Bidan/Rumah Sakit/penolong kelahiran/kelurahan atau Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), Kartu Keluarga orang tua bayi, fotokopi KTP orang tua, fotokopi surat nikah orang tua atau SPTJM, dan fotokopi KTP 2 orang saksi.

Pada tahun 2020, tercatat sebanyak 269.628 akta kelahiran penduduk di DKI Jakarta yang diterbitkan (terdiri dari 136.488 akta kelahiran yang lahir di tahun 2020 dan 133.140 akta kelahiran yang lahir di luar tahun 2020). Akta tersebut terbagi menjadi 137.166 akta untuk penduduk laki-laki dan 132.462 akta untuk penduduk perempuan. Dari Grafik Penerbitan Akta Kelahiran Penduduk DKI Jakarta tahun 2020 di bawah ini dapat dilihat bahwa pada tahun 2020 Jakarta Timur merupakan wilayah di DKI Jakarta dengan jumlah penerbitan akta kelahiran terbanyak yaitu 76.753 akta kelahiran, sedangkan Kepulauan Seribu merupakan wilayah di DKI Jakarta dengan jumlah penerbitan akta kelahiran paling sedikit yaitu 810 akta kelahiran.

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta

Jika dilihat menurut triwulan, jumlah penerbitan akta kelahiran penduduk DKI Jakarta meningkat sebesar 34% atau sebanyak 68.063 akta kelahiran dari tahun sebelumnya. Dari grafik di bawah, dapat dilihat bahwa tingkat kelahiran pada Triwulan IV di tahun 2020 mengalami peningkatan jumlah penerbitan angka kelahiran yang cukup signifikan dari triwulan sebelumnya yaitu sebesar 24% atau sebanyak 16.668 akta kelahiran. Jumlah penerbitan akta kelahiran pada Triwulan II tahun 2020 turun sangat signifikan dari triwulan sebelumnya yang mencapai 41% atau sebanyak 29.946 akta kelahiran.

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta

Menurunnya penerbitan akta kelahiran penduduk DKI Jakarta pada Triwulan II tahun 2020 dapat disebabkan karena ketakutan warga DKI Jakarta untuk beraktifitas di luar rumah untuk mencatatkan akta kelahiran di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarata dikarenakan pandemi Covid-19. Namun, jumlah penerbitan akta kelahiran penduduk DKI Jakarta kembali mengalami kenaikan mulai dari Triwulan III tahun 2020. Hal ini dapat disebabkan karena dimulainya Pembatasan Sosial Berskala Besar masa transisi dimana penduduk DKI Jakarta sudah memulai beraktifitas di luar rumah secara bertahap.

 

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta
Penulis: Muhammad Amin
Editor: Dwi Puspita Sari dan Hepy Dinawati