Breaking News

Kependudukan

Penerbitan Akta Kematian Triwulan I Tahun 2021

Penerbitan akta kematian pada triwulan I tahun 2019 sampai 2021 naik signifikan sebesar 80%

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mempunyai peran yang penting dalam penertiban administrasi penduduk. Salah satunya dengan pencatatan sipil yang mencatat peristiwa penting yang dialami oleh seseorang dan terdaftar secara administratif negara seperti pencatatan perkawinan, perceraian, kelahiran, kematian, dan sebagainya. Salah satu surat yang diterbitkan oleh Disdukcapil adalah akta kematian. Surat ini dipergunakan oleh para keluarga yang telah ditinggal sebagai bukti sah tertulis yang menyatakan seseorang telah meninggal dunia dari pengakuan negara. Adapun surat ini dapat digunakan untuk beberapa kepentingan seperti pengurusan pembagian harta waris.

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta

Grafik di atas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah penerbitan akta kematian Penduduk DKI Jakarta pada Triwulan I dari tahun 2019 sampai dengan 2020. Dalam kurun tiga tahun terakhir, terjadi peningkatan yang sangat signifikan sebesar 80% atau sebanyak 12.161 akta kematian yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta. Tingginya angka kematian yang disebabkan oleh Covid-19 merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi tingginya jumlah penerbitan akta kematian pada triwulan pertama tahun 2021.

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta

Pada triwulan I tahun 2021, penerbitan akta kematian penduduk laki-laki mendominasi sebesar 58% atau sebanyak 15.835 akta. Menurut wilayah administratif, Jakarta Timur sebagai wilayah dengan jumlah penerbitan akta kematian penduduk terbanyak yaitu 8.388 akta. Berbanding lurus dengan jumlah penduduknya yang paling sedikit dibandingkan dengan wilayah administratif lainnya, Kepulauan Seribu menjadi wilayah dengan jumlah penerbitan akta kematian penduduk paling sedikit yaitu 80 akta.

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta

Dari grafik di atas, Kecamatan Cakung merupakan kecamatan dengan jumlah penerbitan akta kematian penduduk terbanyak dengan jumlah 1.385 pelaporan. Sepuluh kecamatan dengan penerbitan akta kematian penduduk tertinggi didominasi oleh Jakarta Timur sebanyak empat kecamatan yaitu Cakung, Duren Sawit, Jatinegara, dan Pulo Gadung. Jumlah ini disusul oleh Jakarta Barat sebanyak tiga kecamatan yaitu Cengkareng, Kalideres, dan Kebon Jeruk.

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta

Grafik di atas menunjukkan dua kecamatan di Kepulauan Seribu yaitu Kepulauan Seribu Selatan dan Utara sebagai kecamatan dengan jumlah penerbitan akta kematian penduduk paling sedikit yaitu masing-masing 35 dan 45 akta.

Tingginya angka penduduk terpapar Covid-19 sejalan dengan meningkatnya jumlah penerbitan akta kematian. Hal ini sebaiknya menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan masyarakat untuk tetap waspada agar dapat menghadapi pandemi Covid-19. Berbagai cara telah dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi penduduknya seperti pemberian vaksin bebas biaya dan pembentukan satuan tugas Covid-19 yang berperan dalam pencegahan penyebaran virus ini serta pengobatannya. Upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam menguatkan strategi penanggulangan wabah ini dengan penerapan protokol kesehatan yaitu mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi dan interaksi.

 

Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta
Penulis: Dwi Puspita Sari
Editor: Hepy Dinawati