Breaking News

Ekonomi

Peningkatan Nilai Ekspor DKI Jakarta di Penghujung Tahun 2021

Nilai ekspor pada bulan November tahun 2021 dengan jumlah US$ 1.036,9 menjadi nilai ekspor tertinggi selama lima tahun terakhir

Penanganan dan upaya pemulihan kondisi akibat pandemi Covid-19 di dunia membawa pengaruh positif pada aktivitas perekonomian, dalam hal ini, ekspor-impor. Pengaruh positif ini juga dirasakan oleh Indonesia. Meskipun sempat dihebohkan dengan varian delta beberapa bulan sebelumnya, vaksinasi yang masif dan kebijakan penanganan pandemi yang efektif memberikan dampak positif baik pada sektor kesehatan maupun ekonomi.

Sumber: Badan Pusat Statistik DKI Jakarta

Terjadi peningkatan secara signifikan pada November 2021 yang mencatatkan angka US$ 1.036,9 juta. Angka ini tumbuh sebesar 7,1% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Capaian tersebut merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Salah satu penyebabnya adalah menguatnya komoditas utama ekspor seperti pakaian dan aksesori (rajutan), berbagai produk kimia, dan ikan, krustasea, dan moluska.

Sumber: Badan Pusat Statistik DKI Jakarta

Tujuh dari sepuluh komoditas utama mengalami peningkatan nilai ekspor pada November 2021 jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas pakaian dan aksesorisnya (rajutan) dengan nilai mencapai 32,2%. Sementara itu, kenaikan paling rendah dialami oleh komoditas kendaraan dan bagiannya sebanyak 7,9%. Meskipun mengalami kenaikan paling rendah, dampak yang ditimbulkan oleh komoditas ini mencapai 27,0% dari total nilai ekspor pada bulan November 2021.

Tiga komoditas yang mengalami penurunan adalah komoditas perhiasan/permata, komoditas pakaian dan aksesorinya (bukan rajutan) dan komoditas sabut preparat. Presentase penurunan paling tinggi dialami oleh komoditas perhiasan/permata dengan nilai mencapai 17,4%. Nilai emas pada Oktober yang cenderung lesu menjadi penyebab penurunan nilai ekspor pada komoditas ini.

Sumber: Badan Pusat Statistik DKI Jakarta

Sementara, sebanyak delapan dari sepuluh komoditas mengalami kenaikan nilai ekspor secara year-on-year. Komoditas dengan persentase kenaikan tertinggi adalah lemak dan minyak hewan/nabati dengan nilai mencapai 204,2%. Sementara itu kenaikan paling rendah dialami oleh komoditas ikan, krustasea, dan moluska sebanyak 8,6%. Dua komoditas yang mengalami penurunan nilai ekspor adalah komoditas kendaraan dan bagiannya dan komoditas perhiasan/permata dengan masing-masing penurunan sebanyak 6,3% dan 33,3%.

Sumber: Badan Pusat Statistik DKI Jakarta
Sumber: Badan Pusat Statistik DKI Jakarta

Jika dilihat berdasarkan negara tujuan ekspor, persentase kenaikan ekspor terbesar pada bulan November terhadap Oktober 2021  dialami oleh negara Malaysia dengan nilai mencapai 52,6%. Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan pada komoditas berbagai produk kimia. Selain itu, kenaikan nilai ekspor antar bulan juga terjadi pada tiga negara dengan share terbesar pada bulan November 2021 yaitu Tiongkok, Singapura, dan Amerika Serikat. Sementara, penurunan terjadi pada dua negara seperti Filipina dan Vietnam. Penurunan paling tajam terjadi pada Vietnam dengan persentase sebanyak 19,3%. Lalu penurunan nilai ekspor pada negara Filipina berada pada angka 5,5%.

Secara year-on-year, kenaikan dan penurunan nilai ekspor masing-masing terjadi pada lima negara. Kenaikan secara persentase terjadi pada negara Uni Emirat Arab dengan nilai mencapai 222,5%. Selain itu, kenaikan yang melebihi angka 100% juga terjadi pada ekspor ke Hongkong dengan nilai sebanyak 105,2%. Kenaikan persentase nilai ekspor paling rendah berada pada Negara Jepang yaitu 4,2%.

Sementara itu, nilai ekspor secara year-on-year pada salah satu negara tujuan utama yaitu Singapura mengalami penurunan yang cukup signifikan mencapai 34,7%. Penurunan lainnya terjadi pada negara-negara Asia Tenggara seperti Filipina, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Meskipun penurunan ekspor terjadi di lima negara, namun nilai ekspor yang cukup besar mampu menutupi penurunan tersebut.

Sumber: Badan Pusat Statistik DKI Jakarta

Secara keseluruhan jika dilihat berdasarkan tahun, nilai ekspor yang terjadi pada November 2021 juga mengalami kenaikan dibandingkan November 2020. Kenaikan mencapai 7,9% secara keseluruhan bahkan kenaikan ini lebih baik secara presentase apabila dibandingkan dengan kenaikan pada Oktober ke November 2021.

 

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta
Penulis: Deddy Lukman Shaid
Editor: Hepy Dinawati dan Farah Khoirunnisa