Breaking News

Ketahanan Pangan

Produksi Padi di DKI Jakarta Tahun 2020

Jakarta Utara memiliki lahan sawah terluas di DKI Jakarta yang mencapai 828,63 ton/ha

Salah satu hal yang mendasar bagi manusia adalah kebutuhan pangan. Walau kebutuhan pangan orang-orang itu berbeda, namun tebu, jagung, beras, kentang, dan gandum adalah lima kebutuhan pangan yang paling dibutuhkan penduduk Indonesia pada umumnya. Pangan menjadi komoditas utama yang sangat dibutuhkan oleh semua golongan masyarakat. Namun, padi adalah komoditas bahan pangan utama yang dibutuhkan oleh mayoritas penduduk Indonesia.  Pangan dapat menjadi sumber energi dan protein manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari.  DKI Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi di Indonesia yang mempunyai banyak gedung tinggi ternyata masih memiliki lahan untuk ditanami tanaman pangan seperti padi. Lokasi lahan sawah di DKI Jakarta hanya terdapat di tiga wilayah yakni Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Berdasarkan Laporan Statistik Pertanian (SP) Tanaman Pangan tahun 2020, Jakarta Utara memiliki lahan sawah terluas yaitu 828,63 ha. Sehingga, produksi padi sawah di Jakarta Utara juga memiliki jumlah terbanyak jika dibandingkan dengan wilayah lainnya. Meskipun begitu, produktivitas di Jakarta Utara masih lebih kecil jika dibandingkan dengan wilayah lain dengan produktivitas sebesar 4,96 ton/ha. Sedangkan, produktivitas di Jakarta Timur dan Jakarta Barat masing-masing sebesar 5,55 dan 5,01 ton/ha.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir pada selama periode tahun 2010 sampai dengan 2020, luas panen padi sawah di DKI Jakarta mengalami penurunan setiap tahunnya. Namun, rata-rata produktivitasnya masih di atas 5,51 ton/hektare. Pada tahun 2010, luas panen padi sawah yaitu 2.015 hektare dan dengan seiringnya waktu luas ini terus menurun sebesar 934 hektare pada tahun 2020 dengan produksi sebanyak 4.658 ton padi. Meskipun luas panen dan jumlah produksi pada tahun 2020 ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, akan tetapi produktivitasnya justru turun cukup signifikan sebesar 0,41 poin. Produktivitas ini menjadi produktivitas paling rendah dalam 10 tahun terakhir. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kemarau yang dimulai pada Juni 2020 jauh lebih kering sebesar 30% yang disebabkan karena curah hujan. Hal ini menjadi salah satu faktor utama penyebab menurunnya produktivitas panen padi di DKI Jakarta pada tahun 2020.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Laporan Statistik Pertanian Tanaman Pangan dari BPS Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa pada tahun 2019 dan 2020, Jakarta Utara merupakan wilayah administrasi penghasil produksi padi terbesar di DKI Jakarta dengan jumlah produksi sebesar 88,31% atau sebanyak 2.412,08 ton. Namun, jumlah ini mengalami penurunan sebesar 18,19% dari tahun sebelumnya. Pada tahun yang sama, Jakarta Timur juga mengalami penurunan produksi sebesar 62,63%, sedangkan di Jakarta Barat produktivitasnya meningkat sebesar 39,48%.

Selain produksi padi, DKI Jakarta juga memiliki produksi padi yang setara beras. Produksi padi setara beras merupakan produksi padi yang dikonversikan menjadi beras untuk dikonsumsi oleh penduduk. Pada tahun 2020, produksi padi jenis ini sebanyak 4.630,63 ton. Berbeda dengan produksi padi, secara keseluruhan produksi padi setara beras justru meningkat signifikan sebesar 135,06% dari tahun sebelumnya. Pada tahun yang sama, jika dilihat menurut wilayah administrasi, produksi padi setara beras di Jakarta Utara meningkat sangat signifikan dari 1.729 ton menjadi 4.113 ton.

DKI Jakarta adalah salah satu kota tujuan dari banyak perantau dari seluruh wilayah di Indonesia. Hal ini menyebabkan pertumbuhan penduduk semakin banyak dan berdampak kepada lahan sawah yang semakin mengecil. Namun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya agar produksi padi tetap maksimal setiap tahunnya dengan cara menghasilkan sendiri benih padi dan memberikan bantuan serta pembinaan kepada petani agar para petani tetap dapat bekerja secara optimal dalam memproduksi padi untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk DKI Jakarta.

 

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta
Penulis: Bernadus Satrio Bimantoro Aji Pamungkas dan Gagar Asmara Sofa
Editor: Hepy Dinawati dan Dwi Puspita Sari