Breaking News

Perumahan

Rumah Susun Sederhana di DKI Jakarta Tahun 2020

Terdapat sebanyak 28.766 unit rusunawa yang tersebar di 27 titik lokasi di DKI Jakarta Tahun 2020

Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok penduduk yang seiring bertumbuhnya penduduk maka kebutuhan akan rumah juga semakin meningkat. Oleh karena itu, pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan perumahan. Selain itu, pembangunan rusunawa juga bertujuan untuk penataan lingkungan permukiman kumuh dan efisiensi lahan yang terbatas dan mahalnya harga lahan. Dalam rangka membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun rusunawa sebagai salah satu hunian layak tinggal. Masyarakat menengah ke bawah umumnya adalah para pekerja non-formal yang penghasilannya di bawah rata-rata.

Sumber: Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta
*Jumlah unit pada gambar merupakan jumlah yang tersedia bukan yang terisi/berpenghuni

Secara umum terjadi fluktuasi pada jumlah rusunawa pada tahun 2018 sampai dengan 2020.  Jakarta Selatan menjadi wilayah administrasi dengan unit rusunawa yang paling sedikit setiap tahunnya yaitu 629 unit. Di sisi lain, Jakarta Timur menjadi wilayah administrasi dengan unit rusunawa yang paling banyak pada tahun 2020 sebanyak 11.348 unit. Hal ini sebanding lurus dengan Jakarta Timur yang memiliki banyak lahan untuk dimanfaatkan sebagai tempat tinggal seperti rusunawa. Pada tahun yang sama, jumlah unit rusunawa di Jakarta Barat bertambah sebanyak 542 unit, sedangkan jumlah unit rusunawa di Jakarta Utara berkurang sebanyak 928 unit. Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta, jumlah unit rusunawa di DKI Jakarta pada tahun 2020 berkurang  1,43%  atau sebanyak 436 unit dari tahun sebelumnya.

Selama pandemi Covid-19, para penghuni rusunawa yang terdampak langsung dari pandemi ini sejak diberlakukannya PSBB dibantu oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meringankan beban para penghuni rusunawa untuk tidak perlu membayar sewa selama masa pandemi Covid-19. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 61 Tahun 2020 tentang Pemberian Keringanan Retribusi Daerah dan/atau Penghapusan Sanksi Administratif kepada Wajib Retribusi yang Terdampak Bencana Nasional Corona Virus Disease (Covid-19).

Sumber: Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta

Jumlah unit rusunawa pada tahun 2020 sebanyak 28.766 unit yang tersebar di 27 titik lokasi di lima kota administrasi sebanyak 183 blok dan 51 tower. Jumlah blok terbanyak berada di Jakarta Timur dengan 85 blok yang berada di lima titik lokasi. Sedangkan, yang terkecil berada di Jakarta Selatan dengan enam blok. Dari grafik di atas, dapat dilihat bahwa Jakarta Timur mempunyai jumlah blok yang lebih banyak dibandingkan dengan kota administrasi lainnya di DKI Jakarta. Banyaknya blok yang berada di rusunawa di Jakarta Timur sebanding dengan banyaknya jumlah penduduk di wilayah ini yang membutuhkan rusunawa.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya untuk membangun rusunawa demi memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal yang layak. Keunggulan seperti dekat ke pusat kota, mudah akses, dan biaya sewa yang murah diharapkan mampu menjadi daya tarik agar masyarakat menjadikan rusunawa sebagai pilihan untuk tempat tinggal.

 

Sumber: Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta
Penulis: Ananda Findez Shidiiq Anugerah dan Deddy Lukman Shaid
Editor: Hepy Dinawati dan Dwi Puspita Sari