Breaking News

Ekonomi

Simpanan, Pinjaman, dan Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di DKI Jakarta Tahun 2020

Jumlah kredit UMKM yang diberikan oleh bank pada tahun 2020 sebanyak 143,77 triliun rupiah

Simpanan merupakan dana yang dipercayakan seseorang kepada bank. Simpanan dapat berupa suatu nominal uang atau benda yang disimpan, sedangkan pinjaman merupakan segala jenis hutang yang dapat berupa benda atau uang yang disediakan kepada debitur dan diberi bunga.  Berbeda dengan pinjaman, kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan bentuk bantuan modal dari debitur kepada UMKM yang memenuhi kriteria yang sudah ditentukan. Berdasarkan data posisi simpanan masyarakat dalam bentuk rupiah dan valuta asing di bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) pada tahun 2020, total simpanan masyarakat di DKI Jakarta sebesar 3.122,22 triliun rupiah. Jumlah tersebut naik sebesar 401,23 triliun rupiah dari tahun 2019.

.Sumber: Bank Indonesia

Dari total 3.122,22 triliun rupiah jumlah simpanan masyarakat di Bank Umum dan BPR yang tercatat pada tahun 2020, sebesar 48,05% di antaranya merupakan simpanan berjangka, kategori ini menjadi proporsi terbesar dibandingkan dengan giro sebesar 33,90% dan sisanya sebesar 17,95% merupakan tabungan. Pinjaman yang diberikan oleh bank pada periode yang sama berjumlah 1.726,90 triliun rupiah dengan 53,94% untuk modal kerja, 33,87% untuk investasi, dan 12,20% untuk konsumsi. Dalam kurun waktu tiga tahun ini, total simpanan meningkat sebanyak 533,43 triliun rupiah. Simpanan berjangka atau yang biasa disebut deposito menjadi kategori simpanan yang paling diminati nasabah dari tahun 2018 sampai dengan 2020 karena risiko kerugian yang paling kecil.

Selain sebagai tempat penyimpanan uang, bank juga menyediakan pinjaman kredit UMKM bagi masyarakat yang memiliki usaha. Pada tahun 2020, bank di DKI Jakarta telah mengeluarkan pinjaman sebesar 1.726,90 triliun rupiah. Dari jumlah tersebut, sebesar 53,94% mengalir ke pos pinjaman modal kerja, sebesar 33,87% ke pos pinjaman investasi, dan sisanya sebesar 12,20% ke pos pinjaman konsumsi. Pinjaman yang keluar pada tahun 2020 jumlahnya lebih kecil dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan sebesar 28,26 triliun rupiah dari tahun sebelumnya terjadi karena permintaan yang rendah dari pelaku UMKM. Hal ini dikarenakan para pelaku UMKM yang masih menunggu berakhirnya badai pandemi covid-19. Selain itu, juga terbatasnya ruang lingkup perbankan untuk melakukan survei dan jemput bola kepada pelaku UMKM menjadi beberapa faktor lain yang menyebabkan turunnya permintaan kredit UMKM.

Sumber: Bank Indonesia

Beberapa bank umum juga menyediakan kredit untuk UMKM. Pada tahun 2020, tercatat bank-bank umum telah mengeluarkan kredit sebesar 143,77 triliun rupiah. Bank umum lebih cenderung memberikan pinjaman kepada usaha menengah ke atas dikarenakan kategori usaha ini memiliki aset yang cukup sebagai jaminan. Hal ini terlihat dari jumlah pinjaman pada kategori usaha menengah yang paling besar dibandingkan dengan kategori usaha lainnya yaitu 75,62%. Jumlah ini disusul oleh kategori usaha kecil dan mikro masing-masing sebesar 16,20% dan 8,17%. Jumlah kredit yang dikeluarkan pada tahun 2020 turun sebesar 8,87 triliun rupiah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dari tahun 2018 sampai dengan 2020, total kredit UMKM paling tinggi berada pada tahun 2018 yang mencapai 153,01 triliun rupiah. Dalam kurun tiga tahun terakhir, jumlah kredit untuk UMKM kategori menengah menjadi yang terbanyak setiap tahunnya dengan jumlah kredit tertinggi berada pada tahun 2018 yaitu 118,32 triliun rupiah.

Sumber: Bank Indonesia

Simpanan perbankan mengalami kenaikan tertinggi pada Desember 2020 sebesar 3.122,22 triliun rupiah. Berbeda dengan simpanan, pinjaman yang diberikan oleh bank tertinggi berada pada Maret sebesar 1.906,20 triliun rupiah. Akan tetapi, nilai ini terus mengalami penurunan sampai dengan November dan kembali mengalami kenaikan pada Desember. Serupa dengan pinjaman, kredit UMKM tertinggi juga berada pada pada Maret dengan angka 159 triliun rupiah, setelah itu angka kredit UMKM terus mengalami penurunan sampai dengan bulan Desember.


Sumber: Bank Indonesia

Grafik di atas menujukkan bahwa nominal simpanan lebih besar daripada pinjaman dan kredit UMKM yang mencapai 3.122,22 triliun rupiah. Lalu jumlah pinjaman dan kredit UMKM yang diberikan oleh bank pada periode yang sama masing-masing berjumlah 1.726,90 dan 143,77 triliun rupiah.

Kredit UMKM merupakan salah satu program pemerintah untuk membantu pengusaha kecil menengah agar terciptanya lapangan kerja dan memberantas kemiskinan. Bantuan dana dalam usaha tentu sangat membantu percepatan pengembangan usaha tersebut. Hal ini akan mendukung terlaksannya kesejahteraan ekonomi masyarakat. Selain itu, untuk mendapatkan kredit UMKM ini masyarakat hanya perlu mengajukan diri ke bank yang telah ditentukan pemerintah dan menyiapkan syarat-syarat tertentu agar pengajuannya dapat diverifikasi dan diterima oleh bank.

 

 

 

Sumber: Bank Indonesia
Penulis: Yohanes de Britto Dian Natyasta dan Wahyu Nur Hidayat
Editor: Hepy Dinawati dan Farah Khoirunnisa