Komunikasi & Informatika

Warga DKI Jakarta Maksimalkan Penggunaan Teknologi Informasi

Pengguna telepon genggam di DKI Jakarta capai lebih dari 90%, dan pengguna internet lebih dari 85%

Perkembangan teknologi, khususnya di bidang informatika berkembang sangat pesat dalam beberapa dekade terakhir. Menurut Science and Media Museum Inggris (2020)[1], asal-usul internet berawal dari Amerika Serikat (AS) sekitar tahun 1950. Saat itu, perang dingin antara AS dan Uni Soviet sedang terjadi dan tensi antara kedua negara adidaya tersebut sedang meningkat. Masyarakat hidup dalam ketakutan terhadap serangan dadakan yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Pihak AS sadar kalau dibutuhkan suatu sistem komunikasi yang tidak akan terganggu apabila Uni Soviet melancarkan serangan nuklir. Waktu itu, ukuran komputer sangat besar dan hanya eksklusif dimiliki oleh staf di perguruan tinggi atau ilmuwan yang bekerja untuk militer.

Pada perkembangannya, tepatnya sekitar 1965, Lawrence Roberts, seorang ilmuwan asal AS membuat dua komputer terpisah yang diletakkan di dua tempat berbeda untuk “berkomunikasi” satu sama lain dengan menggunakan jaringan telepon yang dihubungkan dengan modem. Kemudian sejak 1970 hingga kini, pertumbuhan dan peminat komputer rumahan berkembang dengan pesat. Saat ini, hampir semua orang baik di kota besar maupun di pedesaan bisa dengan mudah mengakses internet. Apalagi, dengan semakin canggihnya teknologi telepon genggam, berselancar di dunia maya sudah tidak sesulit dahulu.

Baru-baru ini, tepatnya pada April 2022, sebuah lembaga Creative Agency yang berbasis di New York, Amerika Serikat, We Are Social, bersama dengan Hootsuite merilis laporan “Digital 2022: April Global Statshot Report[2], yang menyatakan pengguna internet di dunia mencapai 5,03 milyar orang atau kurang lebih 63,10% dari total populasi dunia. Sedangkan menurut Statista[3], per Januari 2022, populasi digital di Indonesia sudah menyentuh angka 204,7 juta. Angka tersebut membuat Indonesia menempati peringkat keempat pengguna internet terbanyak di dunia setelah Tiongkok, India, dan AS.

Pengguna Teknologi Informasi dan Komunikasi di DKI Jakarta

Pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia, membuat kebutuhan warga akan internet dan perangkat komunikasi elektronik semakin meningkat, tidak terkecuali di DKI Jakarta. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, setidaknya 91,47% penduduk di DKI Jakarta berusia 5 tahun ke atas sudah memiliki akses ke telepon genggam atau HandPhone (HP).

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Berdasarkan grafik di atas, menurut jenis kelamin, persentase laki-laki yang menggunakan telepon seluler (93,55%) lebih tinggi dibandingkan perempuan (89,42%). Sedangkan berdasarkan wilayah administrasi, Jakarta Selatan merupakan yang tertinggi dengan 94,58% dan Kepulauan Seribu merupakan yang terendah dengan 78,07%. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh keadaan geografis Kepulauan Seribu yang jangkauan sinyalnya tidak sebaik di lima wilayah lainnya.

Secara umum, perbedaan persentase antara laki-laki dan perempuan yang menggunakan HP berkisar antara 2-7% dengan perbedaan terbesar di Jakarta Barat yaitu 6,25%. Perbedaan paling sedikit ada di Jakarta Utara dengan 2,48%. Sedangkan untuk tingkat provinsi, perbedaannya berada di 4,13%.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Menurut United Nations, seperti yang dikutip dalam publikasi Analysis of Census Bureau Population Estimates oleh William H. Frey[4], setidaknya generasi penduduk dapat dikelompokkan menjadi 6 di antaranya: pre boomer (kelahiran tahun 1945 atau sebelumnya), baby boomer (1946-1964), gen x (1965-1980), milenial (1981-1996), gen z (1997-2012), dan post gen z yang lahir setelah 2013. Hasil sensus penduduk 2020 oleh BPS Provinsi DKI Jakarta mencatat mayoritas penduduk DKI Jakarta adalah milenial dengan proporsi 26,78% atau sekitar 2,83 juta orang dan diikuti gen Z dengan 26,65% dari total populasi atau sekitar 2,70 juta orang. Rentang waktu usia mereka (gen Z dan milenial) adalah 10-41 tahun.

Dari grafik di atas, terlihat penggunaan HP masih didominasi oleh generasi milenial dengan 33,18% dari total, disusul berturut-turut oleh gen z dan gen x dengan masing-masing 28,38% dan 24,10%. Persentase terendah merupakan generasi pre boomer yang memang merupakan generasi tertua dari seluruh kategori.

Persentase Penggunaan Internet di DKI Jakarta

Dahulu, penggunaan utama telepon genggam atau HP sejatinya memang untuk berkomunikasi baik melalui pesan instan Short Messaging Service (SMS) atau telepon. Kini, gawai (gadget) seperti HP dan komputer desktop atau tablet kemudian memiliki fungsi yang lebih luas apabila terhubung dengan internet. Data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2021 dapat memberikan gambaran tujuan penggunaan internet seperti: mendapatkan informasi/berita; barang dan jasa; mengirim/menerima e-mail; media sosial; pembelian barang/jasa; penjualan barang dan jasa; fasilitas finansial seperti E-banking; pembelajaran daring; bekerja dari rumah (WFH); hiburan; pembuatan konten digital; dan lainnya.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Dengan kegunaan yang beragam, penduduk DKI Jakarta tentu saja memanfaatkan fasilitas internet dengan sebaik-baiknya. Jika dilihat pada grafik di atas, setidaknya 85,55% penduduk DKI Jakarta menggunakan internet. Jumlah tersebut didominasi oleh laki-laki dengan 88,31% dan perempuan 82,82%. Jakarta Selatan merupakan wilayah administrasi dengan pengguna internet tertinggi dengan 90,1% dan Kepualauan Seribu merupakan yang paling sedikit dengan 69,85%.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Preferensi media penggunaan untuk akses internet di semua wilayah administrasi hampir sama, dengan mayoritas mengakses dari telepon genggam atau HP. Secara keseluruhan, 98,21% memilih menggunakan HP sebagai media untuk akses internet. Hal ini sangat wajar mengingat kemudahan yang ditawarkan oleh telepon genggam untuk mengakses internet bisa dilakukan di mana saja. Selanjutnya diikuti oleh laptop/notebook/tablet dengan 22,32%, lalu PC/Desktop dengan 4,31% dan 0,28% menggunakan media lainnya.

Secara wilayah administrasi, persentase penggunaan ponsel paling tinggi ada di Kepulauan Seribu dengan 99,24%. Laptop/notebook/tablet paling banyak digunakan di wilayah Jakarta Selatan dengan 26,29%. Persentase penggunaan PC/Desktop dan media lainnya tertinggi ada di Jakarta Pusat dengan 6,01% dan 0,67% secara berturut-turut.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Sedangkan berdasarkan preferensi tempat akses internet, 96,90% penduduk DKI Jakarta mengakses internet dari rumah sendiri. Hal ini juga wajar mengingat pada 2021 lalu, masih banyak perkantoran yang mengharuskan pegawainya bekerja dari rumah. Tempat bekerja/kantor berada di posisi kedua dengan 35,95%, disusul dalam kondisi bergerak dengan 31,79%. Gedung sekolah/kampus merupakan yang paling sedikit digunakan untuk akses internet dengan persentase hanya 4,65%.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta

Melihat angka akses internet di DKI Jakarta yang cukup tinggi, juga dengan kondisi pandemi Covid-19 yang memang membatasi mobilitas masyarakat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan JakWifi pada 28 Agustus 2020 lalu, sebuah program yang menyediakan akses internet gratis untuk masyarakat DKI Jakarta. Tujuan awalnya adalah membantu Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang harus diterapkan akibat pandemi Covid-19.

Pertumbuhan titik JakWifi pada 2021 lalu mengalami peningkatan yang cukup signifikan hampir di seluruh wilayah administrasi. Titik JakWifi terbanyak pada 2021 lalu adalah di Jakarta Pusat dengan 2.451 titik, disusul Jakarta Selatan dengan 2.222 titik. Penambahan terbanyak terjadi di Jakarta Selatan dengan 651 titik baru. Sedangkan total keseluruhan penambahan JakWifi adalah 2.472 titik dengan persentase 36,47%.

 

Referensi

[1] National Science and Media Museum, A short history of the internet, diakses dari https://www.scienceandmediamuseum.org.uk/objects-and-stories/short-history-internet pada tanggal 20 September 2022, pukul 11.00

[2] Simon Kemp, Digital 2022: April Global Statshot Report, diakses dari https://datareportal.com/reports/digital-2022-april-global-statshot pada tanggal 20 September 2022, pukul 13.00

[3] Statista Research Department, Countries with the highest number of internet users 2022, diakses dari https://www.statista.com/statistics/262966/number-of-internet-users-in-selected-countries/ pada tanggal 20 September pukul 13.00

[4] Frey, H. William. 2020. Analysis of Census Bureau Population Estimates.

 

 

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta
Penulis: Muhammad Iko Dwipa Gautama
Editor: Hepy Dinawati dan Farah Khoirunnisa